Home / Berita & Blog / BLOG PT SSE

Apa kabar dengan Kebijakan EPR di Indonesia?

21 Jun 2018 - 3082
Apa kabar dengan Kebijakan EPR di Indonesia?

Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Salah satu penerapan dari UU Nomor 18 Tahun 2008 adalah EPR atau Extended Producer Responsibility.

EPR merupakan kebijakan dari pemerintah yang tertuang dalam UU No 18 Tahun 2008, dimana produsen mulai untuk bertanggung jawab atas kemasan yang dihasilkan dari produknya. Namun hingga saat ini penerapan EPR masih berjalan secara sukarela. Terlihat dari sampah kemasan makanan atau minuman, produk kebutuhan rumah tangga, dan yang lainnya terhenti di tempat yang tidak seharusnya seperti sungai, laut, lahan kosong dan penampungan akhir.

Sejak 2013, EPR dikerjakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup berupa draft rencana peraturan. Dilansir dari pressreader.com, pada Oktober 2017 Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden No 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Pada lampiran PP tersebut, dinyatakan ada proyeksi penimbunan sampah serta target pengurangan dan penanganan sampai dengan tahun 2025 yang berjumlah 70,8 juta ton dengan target penurunan 20,9 ton dan penanganan 49,9 juta ton.

Mengapa ada EPR?

Saat ini, pengurangan timbunan sampah tanpa adanya tanggung jawab produsen penghasil sampah kemasan akan sulit terlaksana. Jika hanya mengandalkan bank sampah, maka target sulit dicapai karena pada umumnya sampah kemasan tak bisa didaur ulang karena kandungan plastik yang berlapis-lapis. Bank sampah akan memakai kemasan tersebut untuk pembuatan kerajinan namun terkendala dengan pemasaran dan minat konsumen.

Peta jalan EPR masih belum dilegalkan dan berdasarkan catatan Kompas, pemerintah akan menerapkan peta jalan EPR pada tahun 2022 dengan tantangan yaitu mengajak industri kecil dan menengah juga ikut bertanggung jawab.



Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in /home/ptssecoi/public_html/system/libraries/Session/drivers/Session_files_driver.php on line 263