Home / Berita & Blog / BLOG PT SSE

Black Carbon di Dunia Industri

21 Des 2017 - 1229
Black Carbon di Dunia Industri

Salah satu isu yang ada di perindustrian Indonesia yaitu  kebutuhan bahan baku black carbon pada industri ban, suku cadang otomotif, pipa, kabel listrik, dll. Hampir 95% dari produksi black carbon dibutuhkan bagi keperluan industri di dunia. Indonesia tidak memiliki pasokan carbon black yang cukup yang dapat memenuhi kebutuhan industri. Indonesia mengimpor black carbon karena kebutuhan industri yang terus meningkat yaitu yang awalnya 142.426 ton di tahun 2014 menjadi 174.743 ton di tahun 2015. Bahkan, industri ban di Indonesia masih kekurangan produk black carbon sebanyak 90.000 ton per tahun.  Meningkatnya kebutuhan carbon untuk  industri ban tentu juga akan berdampak pada meningkatnya ban bekas yang sulit sekali untuk diurai.

Oleh karena itu, melakukan “recycling” atau daur ulang sampah ban menjadi black carbon yang nantinya dapat digunakan kembali sebagai bahan baku industri adalah keniscayaan. Pengolahan sampah ban tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah mengenai EPR (Extended Producer Responsibility) yang menjadi kewajiban bagi setiap industri. EPR  merupakan konsep yang didesain untuk mengintegrasikan biaya-biaya lingkungan ke dalam proses produksi suatu barang sampai produk ini tidak dapat dipakai lagi, sehingga biaya lingkungan menjadi komponen harga pasar produk tersebut dan menjadi tanggung jawab produsen.