Home / Berita & Blog / BLOG PT SSE

Sampah Botol Plastik, Akan Diapakan?

21 Des 2017 - 3635
Sampah Botol Plastik, Akan Diapakan?

Indonesia mengalami peningkatan permintaan minuman kemasan plastik untuk minuman sebesar 7%, seiring juga dengan permintaan plastik yang meningkat dari  3 juta ton pada 2015 menjadi 3,2 juta ton pada tahun 2016.Dampak lingkungan tentu menjadi pertimbangan untuk mengurangi penggunaan botol plastik. Walaupun dapat di daur ulang namun sampah plastik baru dapat terurai dalam waktu 100 tahun.

Berikut adalah data mengenai 5 Negara Pengguna Botol Plastik Terbesar di Dunia yang dikeluarkan oleh Beverage Marketing Corporation and International Bottled Water Association

  1. China sebagai negara yang mempunyai jumlah penduduk sebanyak 1.378 juta orang, mengkonsumsi minuman botol plastik sebanyak 10,42 miliar pada tahun 2016. Tingginya permintaan memunculkan dampak pada lingkungan dan kesehatan. Bagi lingkungan, tentu akan timbul banyaknya sampah yang sulit diurai dan bagi kesehatan terkadang ditemukan produk botol minuman yang tidak memenuhi standard kualitas pemerintah.
  2. Amerika Serikat tercatat dengan jumlah penduduk sebanyak 324 juta orang. Hal ini mempengaruhi tingginya pasokan, pengemasan dan permintaan air minum bersih. Pada tahun 2016, tercatat negara ini menghabiskan 10,13 miliar botol plastik.
  3. Meksiko mempunyai populasi yang banyak yaitu 129 juta orang sehingga menjadi negara peringkat ketiga dalam mengkonsumsi minuman botol. Tahun 2016, negara ini menghabiskan 8,23 miliar botol plastik.
  4. Indonesia, menjadi negara dengan industri botol minuman yang berkembang pesat dengan jumlah penduduk negara sebanyak 259 juta orang. Konsumsi air minum di Indonesia dapat menghabiskan 4,82 miliar botol minuman pada tahun 2016
  5. Brazil, dengan jumlah penduduk sebanyak 206 juta, menjadi negara yang mempunyai masalah pencemaran air dan kondisi yang kumuh pada lingkungan huniannya. Hal itulah yang menyebabkan konsumsi air botol di negara ini cukup tinggi, tercatat tahun 2016 mencapai 4,80 miliar botol plastik.

Tidak hanya terhenti pada 5 negara di atas tetapi masih ada negara lainnya yang juga menggunakan botol plastik dengan jumlah besar setiap tahun, seperti Thailand (3,99 miliar botol plastik), dan Italia (3,17 miliar botol plastik). 

Lalu apa yang akan dilakukan untuk mengurangi dan mengolah sampah botol plastik ditengah meningkatnya permintaan konsumsi?

Pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir sudah menjadi keharusan  bagi Pemerintah Indonesia dengan diterbitkannya  UU No. 18 Tahun 2008. Terdapat paradigma baru yaitu pembatasan sampah sejak dini dari sumbernya dan pemanfaatan sampah sebagai sumber daya atau sumber energi. Sehingga, tanggung jawab pengelolaan sampah bukan hanya terletak pada penggunanya saja tetapi sejak dari produsen atau sumber sampahnya. Konsep pengelolaan sampah oleh produsen dapat dikenal dengan Extended Producers Responsibility (EPR). EPR sudah mulai dilakukan pada beberapa negara seperi Kanada, Amerika Serikat, Australia, Jepang dan lainnya.


Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in /home/ptssecoi/public_html/system/libraries/Session/drivers/Session_files_driver.php on line 263