Home / Berita & Blog / BLOG PT SSE

Sampah Popok Harus Mulai Ditangani

14 Okt 2019 - 111
Sampah Popok Harus Mulai Ditangani

Popok mempunyai nilai tambah yaitu penggunaan yang praktis bagi kalangan beberapa orang tua. Namun dibalik itu semua, terdapat potensi kerusakan lingkungan. Data Bank Dunia tahun 2017, popok sekali pakai merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di laut sebesar 21%. Pada bulan Juli lalu, Ecoton memulung 60% volume sampah yang terdapat pada kali di Surabaya. Popok yang berhasil diangkut sebanyak 380 lembar popok berbagai merek. Hal ini juga didukung dengan data survey 700 ibu-ibu di Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto pada tahun 2018 lalu tentang pemakaian popok. Sebanyak 49% menghabiskan 3-4 popok sekali pakai per hari, 46% menghabiskan 1-2 popok sekali pakai per hari, dan rata-rata 62,5% membuangnya ke sungai. Sampah popok terbuat dari plastik dan tidak dapat diurai dengan mudah. Selain itu sampah popok juga membawa patogen tinja dan menjadi media pembawa racun pencemar dalam rantai makanan. Sampah popok tidak termasuk dalam sampah organik dan anorganik, akibatnya sampah ini harus melalui proses pembakaran atau penimbunan. Saat ini perancangan kebijakan EPR (Extended Producers Responsibility) untuk penanganan sampah popok sedang didorong oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dapat ditindaklanjuti, minimal pengumpulan sampah yang spesifik.

Sumber : https://www.greeners.co/berita/pemerintah-diminta-tegas-tangani-sampah-popok-sekali-pakai/