Home / Berita & Blog / BLOG PT SSE

Selain Nikmat Diseduh, Kopi Menghasilkan Limbah yang dapat Dimanfaatkan

21 Des 2017 - 946
Selain Nikmat Diseduh, Kopi Menghasilkan Limbah yang dapat Dimanfaatkan

Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ke-4 di dunia. Indonesia memproduksi berbagai jenis kopi diantaranya yang paling banyak yaitu robusta (83% dari total produksi), arabika (17% dari total produksi). Data menunjukkan produksi kopi Indonesia pada tahun 2016 mencapai 639.305 ton, dan pada tahun 2017 diprediksi mencapai 637.539 ton. Sedangkan konsumsi kopi Indonesia tahun 2016 telah mencapai 4,6 juta bags @60 kg (http://databoks.katadata.co.id). Namun dibalik produksi kopi yang melimpah dan kenikmatan seduhan kopi bagi setiap pencintanya, terdapat limbah kopi yang terkadang dinilai tidak bermanfaat dan dibuang begitu saja. Padahal limbah kopi seperti limbah debu dari kulit kopi dapat menyebabkan polusi udara sekitar, dan juga limbah kulit kopi yang dibuang sembarangan bahkan di sungai-sungai, akan merusak lingkungan dan berdampak pada kematian biota sungai. Nah, maka dari itu, ternyata limbah tersebut mempunyai banyak manfaat dan keuntungan jika diolah dengan baik. Bahkan sebagian besar petani kopi juga sudah memanfaatkan limbah kopi untuk menjadi sesuatu yang bernilai, diantaranya:

1.   Limbah kulit kopi sebagai pakan ternak

      Masyarakat menggunakan limbah kulit kopi yang kemudian diolah menjadi pakan ternak. Salah satu daerah di Indonesia yang sudah menggunakan limbah kulit kopi untuk pakan ternak yaitu di daerah Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Kulit ceri kopi dipercaya mengandung vitamin plus yang memiliki rasa manis yang disukai oleh hewan. Kandungan untuk nutrisi kulit kopi non fermentasi sebesar 8,49% yang sebanding dengan kandungan zat nutrisi rumput

2.   Limbah ampas kopi sebagai pupuk kompos dan pestisida alami

      Limbah kopi baik dimanfaatkan sebagai pupuk kompos tanaman. Limbah padat kopi mengandung beberapa unsur yang sangat berguna bagi tanaman yaitu karbon sebesar 45,3%, nitrogen 2,98%, pospor 0,18%, dan kalium 2,26%. Selain itu ampas kopi yang sudah tercampur tanah dapat menghalangi masuknya hama ke area kebun. Hal ini akan mengontrol jumlah semut yang banyak dan kadang memakan bibit tanaman. Lebih dari itu, ampas kopi ini mengundang cacing tanah untuk semakin menyuburkan dan menyehatkan tanah.

3.   Limbah ampas kopi sebagai penyaring air

      Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa kesehatan di daerah jember membuktikan ampas kopi dapat menghilangkan kandungan logam dalam air. Limbah ampas kopi berguna untuk menyerap kadmium yang merupakan racun dalam air yang dapat memicu banyak penyakit pada masyarakat.