Home / Berita & Blog / BLOG PT SSE

Simsalabim! Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

21 Des 2017 - 1084
Simsalabim! Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

Listrik menjadi kebutuhan yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Dari tahun ke tahun kebutuhan listrik meningkat hingga mencapai 6% per tahun. Berbagai usaha dilakukan untuk dapat terus memenuhi kebutuhan listrik. Nah, siapa sangka limbah dapat dijadikan sebagai sumber energi listrik. Pemerintah sudah mulai membahas dan menerapkan pengolahan limbah menjadi energi listrik yang nantinya akan disebut sebagai pembangkit listrik tenaga sampah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2016, pemerintah menetapkan percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah menggunakan teknologi proses thermal incinerator atau pembakaran. Namun, ada hal sederhana yang dilakukan juga oleh putra-putri bangsa untuk berkontribusi mengolah sebuah limbah dari berbagai sampah menjadi listrik, diantaranya:

1. Limbah susu menjadi energi listrik

Milk Sortation for Fuel Cell (MARFEL), merupakan nama yang diciptakan oleh lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan di salah satu universitas negeri di kota Malang. Mereka adalah Galuh Purnawati, Fitri Indah Permatasari, Siti Maria Khiftiyah, Suhardi WInaryo dan Bayu Hendra Laksmana. Mereka memanfaatkan limbah susu untuk menghasilkan sumber listrik. Limbah susu sortasi digunakan sebagai substrat yang diubah menjadi energi listrik melalui aktivitas elektron dan proton oleh bakteri pada teknologi Microbial Fuel Cells. Energi listrik yang dihasilkan dapat langsung digunakan oleh masyarakat dan dapat sebagai sumber bioenergi terbarukan yang ramah lingkungan, efisiensi tinggi, dan murah.
   

2. Limbah plastik menjadi energi listrik
Plastik menjadi sesuatu yang sulit terurai dan berlimpah jumlahnya. Seorang siswi SMA kelas XII di daerah Jakarta yaitu Angelica Grace, memanfaatkan limbah plastik sebagai penghasil arus listrik. Ia memanfaatkan kemampuan penguraian plastik bakteri B,  subtilis dan teknologi Microbial Fuel Cell untuk menghasilkan voltase listrik sambil mengurai plastik. Plastik yang telah diradiasi UV dan plastik yang belum diradiasi UV digunakan sebagai sumber karbon bakteri dalam MFC dan tentu saja penemuan ini dapat membantu mengurangi polusi secara global.