Home / Berita & Blog / BLOG PT SSE

Teknologi Ramah Lingkungan, Solusi Persampahan Indonesia

05 Jan 2018 - 690
Teknologi Ramah Lingkungan, Solusi Persampahan Indonesia

Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU No 32 Tahun 2009). Berbicara tentang lingkungan hidup, tidak jauh dari segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia dengan alam. Perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhannya tidak lagi memperhatikan tatanan lingkungan itu sendiri. Sehingga lambat laun muncul permasalahan lingkungan yang berpengaruh pada bumi kita seperti perubahan cuaca yang ekstrem, pencemaran air, tanah, dan udara, dan berbagai macam masalah lainnya.

Ada masalah, tentu harus ada penyelesaiannya. Lalu bagaimana penyelesaiannya?
Teknologi ramah lingkungan menjadi salah satu jalan keluar untuk dapat menangani masalah tersebut. Menurut KBBI, teknologi merupakan metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dengan demikian teknologi ramah lingkungan merupakan sebuah konsep atau metode untuk mencapai tujuan tertentu yang pada praktiknya mengacu pada lingkungan dengan memperhatikan aturan-aturan yang terdapat dalam lingkungan tersebut (https://environment-indonesia.com). Teknologi ramah lingkungan sangat dibutuhkan bagi kondisi Indonesia yang saat ini mempunyai jumlah sampah cukup besar yaitu 65 juta ton/hari sejak tahun 2016 lalu. Indonesia berencana membangun insinerator sebagai teknologi pengolahan sampah menjadi sumber tenaga listrik. Selain itu terdapat pula teknologi pengolah sampah untuk volume besar yang dapat digunakan yaitu gasifikasi dan pirolisis. Seperti yang dilansir pada Media Indonesia pada 17 Januari 2017 lalu, menurut Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tuti Hendrawati Mintarsih, teknologi gasifikasi dan pirolisis lebih ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan emisi. Melalui teknologi ramah lingkungan tersebut, maka membantu pengelolaan sampah menjadi bahan bakar ataupun bahan baku yang lebih berguna sehingga bermanfaat pula bagi masyarakat, perusahaan dan pemerintah. Hal ini juga sejalan sesuai dengan UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup bahwa ada kewajiban bagi seluruh pihak untuk mengoordinasikan, mengembangkan dan mesosialisasikan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.



Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in /home/ptssecoi/public_html/system/libraries/Session/drivers/Session_files_driver.php on line 263