Home / Lini Bisnis / EPR

EPR

EPR merupakan konsep yang didesain untuk mengintegrasikan biaya-biaya lingkungan ke dalam proses produksi suatu barang sampai produk ini tidak dapat dipakai lagi, sehingga biaya lingkungan menjadi komponen harga pasar produk tersebut dan menjadi tanggung jawab produsen. Kebijakan EPR (Extended Producer Responbility) ini tertuang pada Peraturan Pemerintah RI No. 81 Tahun 2012 pasal 14 dan pasal 15 serta rumusan UU No. 18 Tahun 2008. Namun pada kenyataannya, peraturan pemerintah tersebut belum dilaksanakan secara merata oleh produsen khususnya dalam penerapan konsep EPR. Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah RI No. 81 Tahun 2012, maka pada tahun 2022 produsen yang tidak mengimplementasikan konsep EPR akan mendapatkan sanksi/hukuman/denda. PT SSE berperan sebagai industri penanganan sampah yang nantinya membantu produsen melaksanakan EPR sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Konsep Mengelola Ban

Produsen

kelola sampah pabrik ban sukses energi

 

  1. Pabrik ban melakukan penjualan dan menerima ban yang gagal produksi (rejected)
  2. Pabrik menjual ban kepada distributor, distributor menjual kepada konsumen dan ban dipakai untuk  kendaraan berat (bis, truk, dll).
  3. Konsumen nantinya akan menjual ban yang sudah tidak terpakai lagi ke distributor dan akan mendapatkan voucher untuk membeli ban baru. 
  4. PT SSE berperan sebagai pengelola ban bekas tersebut dari pabrik ban.
  5. Ban reject yang dihasilkan oleh pabrik ban langsung mendapatkan pengelolaan dari PT SSE untuk diolah dan menghasilkan black carbon dan minyak.
  6. Minyak yang dihasilkan dari PT SSE dapat dimanfaatkan kembali di pabrik ban tersebut.

 

Konsumen

 

kelola sampah konsumsi ban sukses energi

 

  1. Konsumen atau user yang menggunakan ban, diantaranya yaitu  perusahaan tambang dengan kendaraan berat.
  2. Ban yang digunakan oleh user dikelola oleh PT SSE dan akan menghasilkan black carbon dan minyak RCO.
  3. Minyak RCO tersebut dapat digunakan oleh smelter pertambangan untuk dipakai sebagai bahan bakar burner atau boiler.